#Day1Ramadhan

Setiap hamba Allah pasti akan diuji dengan berbagai cara, melapangkan sabar, mendahulukan sholat adalah salah satu ikhtiyar untuk meminta pertolongan nya.

Alhamdulillah berkah Ramadhan selalu tercurah bagi hambanya yang selalu bersyukur.

Sabar melatih kita untuk konsisten bertolabul ilmi, meski sejak awal belum klik sama bahasan, tp Alhamdulillah separuh materi berjalan bisa masuk juga dengan materinya. Dan mengikuti sampai selesai dalam kondisi terkantuk-kantuk dan lapar

Sabar melatih rasa kangen dengan teman-teman yang sekian lama ingin bertemu dan akhirnya bisa bertemu di suatu event kampus dan bisa sharing.

Sabar melatih untuk tetap konsisten dengan target ibadah meski berada ditempat umum dan dalam sebuah acara tapi masih bisa sholat berjamaah.

Sabar pula akhirnya ibu nda jadi marah karena anaknya terlambat satu jam dari janji dan saat pulang kerumah bisa senyum.

Sabar pula melatih orang tua yang anaknya 5 tahun belajar puasa ketika mengeluh lapar harus konsisten tidak memberikan makanan. Malahan si adek bercerita kalau puasanya bagus dan mau puasa full.

Sabar pula berkah pak tani dan beberapa orang yang menunggu hujan agar kembali segar tanamannya akhirnya dihari pertama Ramadhan bisa hujan pula

Alhamdulillah berkah Ramadhan

Renungan

Setiap hari jatah umur semakin berkurang, yang artinya jatah dunia juga semakin berkurang hal itu pula seharusnya kami bersegera semakin menuju kepadaMu, semakin Arif, bijaksana.

Tapi apa yang terjadi kami semakin rakus terhadap kenikmatan dunia yang seolah menjadi segalanya kami lupa bahwa bersegera kepadaMu harus kami dahulukan menjemput sesuatu yang pasti kami lupa, ya yang pasti akan segera adalah kematian.

Ada apa dengan dunia yang seolah menjadi prioritas kami toh semuanya tidak akan kami bawa setelahnya nanti. Banyak yang lebih memilih abakedabra dari pada harus berproses padahal nasi yang menjadi sumber penghidupan kami yang makanlah harus kita tunggu hingga kurang lebih tiga bulan. Kita bersyukur sudah banyak toko yang menyediakan beras bahkan sekarang tak sedikit warung hingga restoran yang menyediakan fungsi biologis kami dengan cepat.

Padahal yang cepat pula belum tentu baik, kurang bersyukur apa jika semua yang kita butuhkan telah tersedia tanpa bersusah payah. Semakin mudah kebutuhan kita terpenuhi bukan semakin bertambah pula semangat untuk mendekatkan tapi semakin bersemangat untuk memenuhi kebutuhan yang lain.

Kita bisa cepat makan tanpa harus memasak tapi bisakah kita secara konsisten sholat tepat waktu.
Kita bisa cepat membaca dan mengerjakan perkara akademik tapi sudahkah kita memprioritaskan untuk membaca Alquran.
Kita bisa dengan semangat bekerja keras untuk mengejar target finance tapi sudahkah kita bersedekah atas penghasilan kita.
Kita bisa dengan cepat melobi atasan untuk mempermudah perkara pekerjaan tapi sudahkah kita menyapa orang tua yang telah mendoakan kita.

Ya Allah Kilauan dunia membuat kami lupa bahwa kami telah sering melihat orang yang secara mendadak harus engkau panggil. Upaya kami untuk terus mengejar bahwa kami memiliki target yang harus kita capai melupakan bahwa yang paling dekat adalah menghadapmu.
Kita terlalu bangga bahwa selama ini kami memiliki badan sehat, wajah yang tampan adalah usaha kami yang semestinya itu adalah pemberianMu. Ya Allah kami salah, ya Allah kami mohon ampun, Ya Allah engkau yang selalu memberi ampunan bagi kami yang masih lalai dan hindarkan dari kebodohan agar kami semakin bersyukur atas segala nikmatMu

Menjalani

Hidup memang layaknya sebuah persiapan
Persiapan berumah tangga
Persiapan lulus sekolah
Persiapan wisuda
Persiapan menuju keabadian

Dari mana asalnya persiapan kalau tak berujung pada suatu hasil yang akan kita inginkan

Teringat akan nasihat ibu jika
Waktu ditunggu maka terasa lama apalagi kalau dirindu akan berat dijalani

Tapi waktu bila dipakai untuk persiapan maka akan terasa singkat

Jadi jangan permainkan waktu pakailah semaksimal mungkin
Selagi masih ada
Selagi masih sendiri
Selagi masih bernafas
Selagi masih bisa bersyukur

Jalani semaksimal mungkin sebelum semuanya terlambat

Sore

"kok aku nda suka minum susu bahkan Ndak doyan sama sekali ?

"Dulu kamu lahir pas jaman krismon dijaman apa-apa mahal bapak dan mama masih dalam sulit, mama pas hamil cuman berdoa semoga asi mama lancar bisa mencukupi nutrisimu sehingga nggak perlu banyak keluar uang untuk beli susu tambahan, dan Alhamdulillah doa mama terkabul. Pas awal baru beberapa bulan kamu lahir mama nitip Bulik buat mbeliin kamu susu eh ternyata kamu nggak doyan udah dicoba tapi kamu nggak mau bahkan dilepeh ( Dimuntahkan ) sejak saat itu asi mama keluar dengan lancar dan Alhamdulillah nutrisimu terpenuhi sampai usia 2 tahun.

"Tapi kok bisa sampai sekarang aku nggak doyan susu ?"

"Mama dari dulu juga Ndak doyan susu jadi enggak begitu memperkenalkan ke kamu."

"Padahal itu kan baik ma ?"

"Banyaklah bersyukur tanpa harus banyak tanya coba kalau kalau kamu sekarang doyan susu mama yakin kamu lebih sering banyak jajan yang sebenernya itu tidak terlalu kita perlukan, ngafe misalnya, ke kedai susu nongkrong-nongkron seperti anak muda jamannya sekarang"

" Gitu ya ma Alhamdulillah "

Ber(uang)

Mau disebut apa nyatanya sampai sekarang masih banyak yang mendewakan tentang Lembaran kertas berwarna hijau, biru, merah dengan ukuran sekitar150 mm x 65 mm.

Walaupun banyak nasihat bahwa uang tak ada apanya dalam suatu kondisi tertentu tapi nyatanya sampai sekarang tak ada uang juga tak bisa berbuat banyak.

Mau dalam kondisi bagaimana yang pasti banyaklah yang nyari. Dibela-belakan sampai tak bertulang, tak bertidur, tak tersenyum bahkan rela peluh luka keringat.

Biarpun lusuh, bahkan robekpun masih banyak yang mencarikan selotip, seteples bahkan lem pun masih dicari.

* Nasihat lama kembali terulang
Jadilah seperti uang nak yang banyak dicari, berharga, sumber kebahagiaan, bernilai.

Belajar

Dalam suatu pagi..
Aku ditegur oleh kawan senior
Kala itu aku sedang membaca Tumblr sahabat penulis dari Jogja
Beberapa postingan beliau menurutku menarik bukunya pun juga, memang banyak yang mengidolakan

Kemudian dia yang diam-diam memperhatikanku menegur
" Baca apa zah " sapanya
" Tumblrnya Kurniawan ***** " jawabku
" Dia penulis " kuperlihat karya-karya
" Buku ini dan itu "
Kemudian dia bertanya kembali
" Tentang apa ? "
Kujelaskan 2 diantara 4 karyanya "Intinya tentang pemaknaan hidup gitu "
" Kenapa kamu baca itu hidupmu gak bermakna ?"
" Engga juga "
" Terus kenapa? "
" Ya aku suka "
Obrolan semakin menarik karena dia bercerita pengalaman ketika membaca buku kemudian ditegur oleh kawannya karena menurutnya lebih baik bacaan yang kita baca saat ini adalah tentang kisah-kisah nabi karena beliau adalah panutan kita

Kemudian pula ku jelaskan alasan ku suka baca. Karena dengan membaca saya merasa engga sendiri dan diam saya bukan berarti melamun. Yang pasti setiap orang punya cara masing-masing untuk memanagement dirinya.

*************************

Intinya don't jugde to someone
Jangan banyak berkomentar tentang hidup seseorang karena kita tak pernah tau bagaimana pengalaman hidupnya kita bisa belajar dengan siapa saja dan dengan cara apa saja, saling menghargai itu yang paling penting.

Setiap manusia punya jalan masing-masing, punya kisah yang tak sama.
Rejeki masing-masing, nasib masing-masing. Bersyukur jika kita selama ini semuanya masih terpenuhi kebutuhan kita tanpa harus bekerja keras, lihat sebentar coba jalan keluar pasti kau temui seperti yang makan saja mesti bekerja keras kesana kemari bahkan harus meminta.

Tidak semua yang tidak seperti kita itu jelek dan tidak semua yang baik dari kita itu baik untuk orang lain.

Betapa tidak bersyukurnya jika kita masih mengatakan bahwa hidup kita tak bermakna ataukah kita yang kurang piknik, butuh bahagia atau apalah.

Coba diam sejenak nikmati hembusan setiap nafas yang kita hirup

" Maka nikmat Tuhanmu mana yang kau dustakan"

Terimakasih mbak jadi semakin bersyukur karena diingitkan seberapa bermanaknakah hidup ini.

*Tulisan ini sebagai pengingat bahwa diri ini masih jauh dari baik, yang ingin masih belajar banyak.

Selamat ber-Ego


Entah sejak kapan yang ku tahu umur 20 tahun adalah masa dimana sudah tidak lagi dianggap remaja yang mana segala keputusan sudahlah harus diputuskan secara mandiri. Kalau dalam ilmu psikologi sudah termasuk dalam tahap dewasa awal.

Termasuk halnya sebuah pernikahan, bukan hal yang tabu bahkan memang sudah dianjurkan sehingga tak heran banyak teman-teman di usiaku yang mulai resah dan kerap kali sudah membicarakan mengenai jodoh. Ya memang saya rasa pernikahan adalah suatu hal yang bisa mengantarkan kita kepada kebaikan. Bahkan tak kan pernah hentinya akan diomongkan oleh orang muda, tua, bahkan anak-anak sekalipun.

Lantas bagaimana dengan kita ?

Mungkin keresahan ini tak aku rasakan sendiri. Kita masih bertanya-tanya siapa yang menjadi jodoh kita ataupun kapan akan datang hari dimana yang akan kita tunggu itu datang

Bagi saya pernikahan bukanlah cuman menunggu saja. Tapi ikhtiar dibalik itu semua.

Lalu apa yang bisa kita lakukan ?

Selain mencari ilmu yang memang itu wajib hukumnya baik ilmu secara dunia, agama,  ataupun segala tentang parenting saya rasa itu penting.

Tapi yang paling penting adalah persiapan mental dan psikologis kita. Karena pernikahan bukan hanya perkara kamu dan pasangan tapi lebih dari itu yang paling penting pula adalah bagaimana hubungan dengan orang-orang yang ada disekitar baik keluarga ataupun teman terdekat.

Baiklah maka yang saya rasa penting saat ini adalah mari kita habiskan ego kita, capai apa yang masih kita cari entah prestasi, keinginan bekerja Ataupun keinginan untuk pergi-pergi. Agar kelak ketika bersanding tinggal kita saling berkompromi. Tak lagi mementingkan ego. Jikalau masih ada cukuplah tinggal sedikit saja

Maka 2017 ini. Mari kita bersihkan ego jika kelak telah bersamamu tinggalah berkompromi. 

Nahkoda Yang Hilang

Kapal sejauh apapun akan berlabuh pasti akan ada nahkodanya
Setinggi apapun pesawat diterbangkan  akan butuh pilot juga
Lantar sejauh bis melaju juga akan dikendarai sopir

Lantar bagaimana jika sang pengendara tak ada ?
Apakah ada yang bersedia mengganti ?
Jikalau ditanya pastilah tidak ada yang mau
Tapi suatu keharusanlah penumpang mencapai tujuannya
Entah mencari kendaraan lain atau berusaha menjadi pengendara

*Jaga Ayah kalian sebaik-baiknya sudah itu saja pesan dari tulisan ini

*jika kau tanya gimana rasanya ditinggal cukup air mata yang bicara

I'm Back

Dua tahun vakum dari blog bukan berarti saya hanya terdiam
Tapi mengumpulkan energi untuk menyiapkan agar hari esokku semakin baik
Ya dua tahun telah berlalu
Hiruk pikuk kerinduan tentang menulis masih menyelimuti
Terkadang rindu sekali
Ketika dapat melihat karya dimedia sosial apalagi disurat kabar

Sayang cerita hidupku tiga tahun terakhir tak seindah yang sering aku tulis
Tak seperti apa yang dianganku
Mungkin inilah rasa kasih sayang sang pencipta pada Keluargaku
Ujian-ujian telah banyak terlalui
Tapi percayalah bahwa tak ada kelulusan tanpa adanya ujian

Alhamdulillah aku telah disadarkan dari tidur malamku
Bahwa semua yang ku tulis bukan berarti semuanya harus kulakukan
Dunia sastra yang selalu aku idamkan tak boleh membuatku nyaman
Kegalauan tentang gejolak hati tak selalu harus dituruti
Hidup itu harus dijalani
Bukan selalu direnungkan

^SIKLUS ^

Setiap manusia terlahir dengan pikiran dan perasaan yang kemudian digunakan untuk merasakan apa yang sedang terjadi kemudian bertanyalah seseuatu itu tidakkah semuanya harus dijelaskan secara gamblang kan ?



Setiap manusia dilahirkan dengan intelegensi yang sama kemudian bertanyalah apakah sudah bisa mengartikan dan memahami dari tekstual ke kontekstual ?


Setiap manusia punya emosi yang kemudian bertanyalah apakah emosi sudah saya kendalikan dengan tepat  ?

Setiap manusia tek pernah lepas dari sebuah persoalan hidup kemudian bertanyalah apakah sudah lolos dalam menjawab pertanyaan hidup Tuhan Mu ?

Setiap manusia diberi kesempatan untuk diam kemudian bertanyalah apakah diamku dapat mensenyumkan orang disekitarku ?



LORONG WAKTU

Sejauh mana saya mengartikan kata waktu yang ada hanya ketakutan karena semakin cepat dan cepat semakin berjalannya waktu semakin banyak yang harusnya kita kerjakan, dan pada ujungnya akan semakin banyak yang akan kita sesali 

tulisan saya kali ini membuat saya benar-benar membuka kamus bahasa Indonesia yang telah lama saya lupakan bentuknyapun telah usang, dan kertas yang semakin rapuh ( kamus ini adalah pemberian kakek setelah sebelum estafet dibeberapa generasi)
Kutemukan kata Waktu yang artinya rentetan yang telah lampau, tak mungkin kembali lagi, apa yang  akan terjadi, yang akan datang, tak dapat kita ketahui

Ya itu adalah sebagian yang bisa saya tuliskan untuk bisa kita refleksikan kedalam diri kita masing-masing.

Waktu telah membuktikan bahwa sampai saat ini saya masih diberi hidup oleh Sang Pemberi Hidup.

Waktu telah membuktikan bahwa saya tidak bisa meramalkan apa yang akan terjadi dihari esok

Waktu telah membuktikan bahwa saya harus iklas dengan kejadian-kejadian yang terjadi

Waktu telah mengingatkanku untuk ingat akan kesalahan-kesalahanku

Waktu telah membuka memori masa laluku hingga aku berhasil menertawakan diriku sendiri

Waktu juga yang dapat menyaksikan bahwa aku dan kamu pernah berkisah

Waktu juga telah mengantarkanku untuk menjadi pribadi yang takut untuk memberhentikan waktu

Waktu juga berhasil untuk menyesalkan bahwa hidupku tak akan lepas dari waktu

Waktu telah memproses aku hingga umurku 19 tahun

Waktu telah mengajarkanku untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin

Sejauh mana kita berjuang ,,, tak pantas sepertinya kalau mengeluh

Yaaa sekian kali aku benci dengan diri saya
Ketika apa yang saya ucapkan saya langgar
Ketika tanggung jawab yang diamanahkan mulai saya langgar
Aku seakan tak berguna
Ketika aku tau selama ini sombongnya diriku
Melebihi apa yang menjadi kesanggupanku 
Aku benci dengan semua
Amanah dari orang tua
Amanah dari organisasi
Amanah dari mereka yang memberiku kepercayaan
Aku malu dengan mereka yang sudah mempercayai ku

Mungkin ini tak pantas diceritakan
Tapi ketahuilah bahwa tatkala kita mulai lelah
Berpikirlah sampai mana perjuangan kita
Mungkin itu yang menjadi penguat diantara banyaknya permasalahan

Sejauh mana kita berjuang ,,, tak pantas sepertinya kalau mengeluh

Kau 1, kamu 2, aku sih pilih 3

Masih mengenang tragedi 9 juli 2014
Dimana untuk yang pertama kalinya aku mengikuti pesta demokrasi rakyat Indonesia
Ini bukan lagi hanya melibatkan tokoh2 elit
Tapi mulai dari yang muda, bapak-bapak, ibu-ibu dari segala lini tak terkecuali orang dipasar sudah membahas traed record tentang pemilu kali ini
Bukan lagi membahas siapa yang jadi presiden no 1, atau pun no 2 yang akan saya bahas
Bahkan ketika ditanyapun aku lebih mementingkan senyum sembari menjawab " biarkan Aku dan Tuhanku yang tau :)"
Tapi sungguh kesan yang bagi saya tak enak untuk diceritakan tapi sayang untuk dilupakan
Tepat sehari pasca tragedi itu ibu yang tak biasanya berkata " Diam jangan banyak komentar tentang pemilu" dikala aku mulai keluar rumah memulai aktivitasku
Aku tau banyak dikeluargaku yg memilih salah satu calon dengan berbagai analisis yang menurutnya akan merubah kebaikan
Ya memang pagi itu saya langsung meluncur ke salah satu pasar tradisional sembari melaksanakan kewajiban menafkahi keluarga
Saya mengamati aktivitas orang pasar yang masih membahas tranding topik no 1 atau 2
Mereka sama-sama bersikeras dan saling ngotot
Tak salah jikalau solo sudah diklaim rawan rusuh
Taapii aku yang masih pemula hanya kekecewaan yang ada
Dunia maya yang kerap aku jelajahi saling menjelek2n calon presiden
Media televisi yang membuat rakyat hampir kisruhpun jauh dari kata netral
Apalagi berita koran yang tak jauh beda mengkompor2i
Bagi saya no 1 atau 2 yang pasti no 3 PERSATUAN INDONESIA

Sudah saatnya tangan yang selama ini saya gunakan untuk  menorehkan cerita -cerita sastra  mulai saya gunakan untuk mengkaji dan menuliskan cerita dalam Al -Quran 



Q.S Al-Insyirah 




Bismillahir Rahmaanir Rahiim.
 Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.
  
 1.   A lam nasyrah laka shadrak [a].
 Tidakkah Kami lapangkan dadamu untukmu?
  
 2.   Wa wadla’naa ‘an ka wizrak [a].
 Dan Kami lepaskan bebanmu dari padamu.
  
 3. Alladzii anqadha zhahrak [a].
 Yang memberatkan punggungmu.
  
 4.  Wa rafa’naa laka dzikrak [a].
 Dan Kami meninggikan bagimu sebutanmu (namamu).
  
 5.  Fa inna ma’al ‘usri yusraa [yusran].
 Sebab sesungguhnya beserta (sehabis) kesulitan itu ada kemudahan.
  
 6.  Inna ma’al ‘usri yusraa [yusran].
 Sesungguhnya beserta (sehabis) kesulitan ada kemudahan.
  
 7.   Fa idzaa faraghta fan shab.
 Maka apabila kamu telah selesai (urusan dunia) maka bersungguh-sungguhlah (dalam beribadah).
  
 8.   Wa ilaa rabbika farghab.
 Kepada Tuhanmu berharaplah.

2 ayat yang saya beri warna merah adalah ayat dimana yang selalu memotivasi saya untuk tetap bertahan dikala kesusahan. Hidup yang saya idam-idam tak semata-mata berkilau penuh liku-liku didalam tapi percayalah Allah telah berfirman dikala kesusahan maka inilah yang harus kita nikmati. 

 Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban 

(Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) 


KAMU




Ketika tangan tak mampu lagi untuk menorehkan tinta
Kaki yang melangkah terhenti
Mata terpejam beberapa saat
Sadarku pun hilang
Alamku telah terbuai dalam pelukanmu
Hanya hati yang masih bisa merasakan
Entah seberapa lama lagi pikirku bertahan
Badanku telah kaku
Tapi ini belum berakhir
Aku sendiri disini
lemah tapi seolah tegar
dimana kamu ???
Apa aku hanya cukup bertahan sampai sini ??
Tidak ini bukan aku ?
Dimanakah kamu yang kucari ?
Kamu yang jadi penyemangatku
Apakah sudah jadi penyemangat orang lain ???
Iya, Kamu,
Kamu itu lhooo
Kamu dimana ????
Apa sudah menjadi penyemangat orang lain ???
Aku disini masih disini

Museum Radya Pustaka




Radya Pustaka adalah museum tertua di Indonesia. Dibangun pada 28 Oktober 1890 oleh Kanjeng Adipati Sosroningrat IV, pepatih dalem pada masa pemerintahan Pakoe Boewono IX dan Pakoe Boewono X. Museum Radya Pustaka juga memiliki perpustakaan yang menyimpan buku-buku budaya dan pengetahuan sejarah, seni dan tradisi serta kesusastraan baik dalam bahasa Jawa Kuno maupun Bahasa Belanda.





Museum Radya Pustaka terletak di Jalan Slamet Riyadi, bertempat didalam kompleks Taman Wisata Budaya Sriwedari. Di museum ini tersimpan koleksi benda-benda kuno yang mempunyai nilai seni dan sejarah tinggi, antara lain : Beberapa arca batu dan perungggu dari zaman Hindu dan Budha. Koleksi keris kuno dan berbagai senjata tradisional, seperangkat gamelan, wayang kulit & wayang beber,koleksi keramik dan berbagai barang seni lainnya.



 Museum Radya Pustaka juga menyediakan buku tentang sejarah budaya dan seni. Sebagian besar buku disini ditulis dalam bahasa jawa dan juga bahasa belanda. Museum Radya Pustaka buka pada hari Selasa sampai Minggu jam 8.30-13.00. Pengunjung yang masuk dikenai biaya Rp 5.000,00.





           Di halaman depan, di depan gedung museum, para pengunjung akan menjumpai sebuah patung dada R. Ng. Rangga Warsita. Ia adalah seorang pujangga keraton Surakarta yang sangat termasyhur dan hidup pada abad ke-19. Patung ini diresmikan oleh presiden Soekarno pada tahun 1953. Di depan dan di belakang patung ini terdapat prasasti yang menggunakan aksara Jawa.
Lalu di serambi museum ada beberapa meriam beroda dari masa VOC yang berasal dari abad ke-17 dan ke-18. Sementara itu ada pula beberapa meriam-meriam kecil milik Keraton Kartasura. Selain itu terdapat pula beberapa arca-arca Hindu-Buddha. Antara lain terdapat arca Rara Jonggrang yang artinya adalah “perawan tinggi” namun sebenarnya adalah arca Dewi Durga. Selain itu ada pula arca Boddhisatwa dan Siwa. Arca-arca ini ditemukan di sekitar daerah Surakarta


Di bagian barat terdapat sebuah patung kepala raksasa yang terbuat dari kayu dan merupakan hasil karya Pakubuwono Vketika beliau masih seorang putra mahkota. Patung tersebut jumlah sebenarnya adalah dua: yang satu lainnya disimpan di Keraton Surakarta. Patung ini ialah hiasan depan sebuah perahu yang dipakai untuk mengambil permaisuri Pakubuwono IV yang berasal dari Madura. Sampai sekarang patung ini masih dianggap keramat dan sering diberi sesajian.

Dimuseum ini masih terlihat sepi pengunjung karena masih kurangnya fasilitas yang memadai untuk wisata seperti kamar mandi, area parkir, tour guide juga masih terlihat kotor diarea lingkungan museum tersebut.

menurut salah satu pengunjung asal klaten yang bernama desi dirinya baru pertama kali mengunjungi museum tersebut penilaiannya terhadap museum tersebut masih sangat minim untuk dijadikan tempat wisata.

Muktamar IMM untuk siapa ??

Ketika tulisan ini saya tulis mungkin keraguan didalamnya
Yaa saya adalah kader IMM yang baru jadi belum ada bnyak pengalaman
Dan muktamar sedang berlangsung
Jadi tidak etis ketika mengkritik di tengah jalan
Ketika ada kabar bahwa muktamar diadakan dikampus awal mula sikap apatis muncul
Dan tak mau terlibat karena tidak ada gambaran sama sekali bagaimana muktamar itu
Yang saya tau muktamar itu puncak tertinggi musyawarah yang dihadiri oleh seluruh anggota imm dr seluruh provinsi diIndonesia
Ketika ada tawaran dalam kepanitiaan muktamar saya berpikir beberapa kali
Dan akhirnya saya menolak karena pikir saya ketika saya menjadi panitia saya terpaku satu devisi shg tidak tau sepenuhnya berjalannnya muktamar
Selain itu saya cmn kader toh jd panitia pun jg tidak sepenuhnya dilibatkan (pengalaman milad setengah abad)
Dan setelah tau banyak sekali bendera IMM dipinggir jalan dikota solo
Dan diseluruh sudut kampus telah diwarnai oleh bendera IMM
Muncul lagi pertanyaan
Kenapa saya tidak tau bagaimana Muktamar ini brlangsung ??
Padahal ada dikampus saya sendiri ?
Dan sampai menggganggu aktivitas akademik disebagian prodi
Kenapa juga sikap komisariat dikampus tidak serta merta seluruhnya mensukseskan dan memeriahkan muktamar
Ada apa dibalik ini ???
Padahal kalo tidak salah muktamar menghabiskan dana ratusan juta rupiah
juga banyak stand basar tapi kok terlihat sepi pdhl ada puluhan stand lhoo
Muktamar untuk siapa ??
Bukankah muktamar seharusnya disaksikan oleh seluruh kader minimal internal komisariat seluruh UMS kan ??

Kartini Masa Kini


Baru dua hari  kemarin kami merayakan hari kartini begitu banyak euforia yang terlihat dari kaum pelajar untuk memperingati hari itu dengan pernak-pernik baju adat dan acsesoris yang menjadi kebudayaan, walaupun euforia itu tidak saya rasakan ketika saya duduk dibangku perguruan tinggi.
 kartini memang sosok wanita yang sangat besar jasanya untuk kemajuan wanita Indonesia. Kartini terlahir dari dari pasangan  Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan  M.A. Ngasirah ayahnya adalah seorang bupati jepara, sehingga terlihat jelas kehidupan kartini yang kental dengan kehidupan priyayi kelas bangsawan. dengan latar belakang kebangsawanannya mempersempit gerak kartini untuk bisa keluar masuk rumah karena budaya dan adat pada waktu itu mengharuskan seorang wanita untuk selalu dirumah sehingga terjadi ketidak setaraan dalam hal pendidikan antara kaum laki-laki dan perempuan, kartini sosok yang cerdas
kartini memiliki cita-cita yang kuat untuk  bisa menyeterakan antara kaum laki-laki dan kaum perempuan utamanya untuk hal pendidikan karena kartini merasa bahwa wanita tertindas, beberapa kali kartini membuat surat surat untuk para sahabatnya. Pada surat-surat Kartini tertulis pemikiran-pemikirannya tentang kondisi sosial saat itu, terutama tentang kondisi perempuan pribumi. Sebagian besar surat-suratnya berisi keluhan dan gugatan khususnya menyangkut budaya di Jawa yang dipandang sebagai penghambat kemajuan perempuan. Dia ingin wanita memiliki kebebasan menuntut ilmu dan belajar. Kartini menulis ide dan cita-citanya, seperti tertulis:Zelf-ontwikkeling dan Zelf-onderrichtZelf- vertrouwen dan Zelf-werkzaamheid dan juga Solidariteit. Semua itu atas dasar Religieusiteit, Wijsheid en Schoonheid (yaitu Ketuhanan, Kebijaksanaan dan Keindahan), ditambah dengan Humanitarianisme (peri kemanusiaan) danNasionalisme (cinta tanah air).
Surat-surat Kartini juga berisi harapannya untuk memperoleh pertolongan dari luar. Pada perkenalan dengan Estelle "Stella" Zeehandelaar, Kartini mengungkap keinginan untuk menjadi seperti kaum muda Eropa. Ia menggambarkan penderitaan perempuan Jawa akibat kungkungan adat, yaitu tidak bisa bebas duduk di bangku sekolah, harus dipingit, dinikahkan dengan laki-laki yang tak dikenal, dan harus bersedia dimadu.
Pandangan-pandangan kritis lain yang diungkapkan Kartini dalam surat-suratnya adalah kritik terhadap agamanya. Ia mempertanyakan mengapa kitab suci harus dilafalkan dan dihafalkan tanpa diwajibkan untuk dipahami. Ia mengungkapkan tentang pandangan bahwa dunia akan lebih damai jika tidak ada agama yang sering menjadi alasan manusia untuk berselisih, terpisah, dan saling menyakiti. "...Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu..." Kartini mempertanyakan tentang agama yang dijadikan pembenaran bagi kaum laki-laki untuk berpoligami. Bagi Kartini, lengkap sudah penderitaan perempuan Jawa yang dunianya hanya sebatas tembok rumah.
Surat-surat Kartini banyak mengungkap tentang kendala-kendala yang harus dihadapi ketika bercita-cita menjadi perempuan Jawa yang lebih maju. Meski memiliki seorang ayah yang tergolong maju karena telah menyekolahkan anak-anak perempuannya meski hanya sampai umur 12 tahun, tetap saja pintu untuk ke sana tertutup. Kartini sangat mencintai sang ayah, namun ternyata cinta kasih terhadap sang ayah tersebut juga pada akhirnya menjadi kendala besar dalam mewujudkan cita-cita. Sang ayah dalam surat juga diungkapkan begitu mengasihi Kartini. Ia disebutkan akhirnya mengizinkan Kartini untuk belajar menjadi guru di Betawi, meski sebelumnya tak mengizinkan Kartini untuk melanjutkan studi ke Belanda ataupun untuk masuk sekolah kedokteran di Betawi.
Keinginan Kartini untuk melanjutkan studi, terutama ke Eropa, memang terungkap dalam surat-suratnya. Beberapa sahabat penanya mendukung dan berupaya mewujudkan keinginan Kartini tersebut. Ketika akhirnya Kartini membatalkan keinginan yang hampir terwujud tersebut, terungkap adanya kekecewaan dari sahabat-sahabat penanya. Niat dan rencana untuk belajar ke Belanda tersebut akhirnya beralih ke Betawi saja setelah dinasihati oleh Nyonya Abendanon bahwa itulah yang terbaik bagi Kartini dan adiknya Rukmini.
Pada pertengahan tahun 1903 saat berusia sekitar 24 tahun, niat untuk melanjutkan studi menjadi guru di Betawi pun pupus. Dalam sebuah surat kepada Nyonya Abendanon, Kartini mengungkap tidak berniat lagi karena ia sudah akan menikah. "...Singkat dan pendek saja, bahwa saya tiada hendak mempergunakan kesempatan itu lagi, karena saya sudah akan kawin..." Padahal saat itu pihak departemen pengajaran Belanda sudah membuka pintu kesempatan bagi Kartini dan Rukmini untuk belajar di Betawi.
Saat menjelang pernikahannya, terdapat perubahan penilaian Kartini soal adat Jawa. Ia menjadi lebih toleran. Ia menganggap pernikahan akan membawa keuntungan tersendiri dalam mewujudkan keinginan mendirikan sekolah bagi para perempuan bumiputra kala itu. Dalam surat-suratnya, Kartini menyebutkan bahwa sang suami tidak hanya mendukung keinginannya untuk mengembangkan ukiran Jepara dan sekolah bagi perempuan bumiputra saja, tetapi juga disebutkan agar Kartini dapat menulis sebuah buku.
Perubahan pemikiran Kartini ini menyiratkan bahwa dia sudah lebih menanggalkan egonya dan menjadi manusia yang mengutamakan transendensi, bahwa ketika Kartini hampir mendapatkan impiannya untuk bersekolah di Betawi, dia lebih memilih berkorban untuk mengikuti prinsip patriarki yang selama ini ditentangnya, yakni menikah dengan Adipati Rembang. Kartini berhasil mendirikan sekolah uuntuk perempuan sehingga keinginan kartini untuk memajukan perempuan indonesia berhasil 
beberapa pemikiran tersebut menjadi bahan perenungan kita untuk bisa menjadi kartini - kartini dimasa kini. karena saat ini wanita masih menjadi kaum yang mulia. dengan pemikiran -pemikiran kartini tersebut menggugah kita sebagai kaum wanita menjadi kaum yang tangguh. semakin berkaya dalam berbagai aspek. 

Sastra itu tak selamanya Galau

Tiap kali aku menulis tentang sastra komentar orang selalu berorientasi pada satu kata "galau"

Memang cerpen-cerpen ataupun puisi yang saya bawakan terkesan melo akan tetapi bukan berarti saya sedang galau

Beberapa pertanyaan dari temen ? Kenapa sih suka nulis melo ? Kamu lagi galau ? Aku hanya menulis jawabku dan tidak semua yang saya tulis adalah saya

Memang  beberapa orang berpendapat tulisan itu selalu identik dengan isi hati yang sedang dirasakan dan saya juga sangat membenarkan pendapat itu karena apapun yang kita lakukan jika berdasarkan pada perasaan akan mencapai titik kesempurnaan

Tapi sastra itu tidak semua melo tapi memang enak dibawakan dengan melo sehingga sering dikatakan galau

Karena beberapa memang berpendapat ketika hati dalam keadaan down akan berimajinasi dengan mendalam sehingga hasil karya sastra bagus